Dapat Nilai A di DKV ? Tidak Semudah itu Ferguso! Cari Tau Yuk Hambatannya!

Dapat Nilai A di DKV ? Tidak Semudah itu Ferguso!
Hak Cipta Gambar pada Film Tom & Jerry

Nilai adalah salah satu cara dosen dalam mengapresiasi karya mahasiswanya. Nilai merupakan indikator yang paling mudah dalam menentukan baik dan buruknya karya. Banyak mahasiswa yang mengejar nilai tinggi untuk beberapa tujuan diantaranya prestasi dalam mengejar IPK, tuntutan beasiswa atau malah mengejar beasiswa itu sendiri, ada juga yang karena hanya ingin menyombongkan diri hmm. Karena alasan itulah, semua berusaha semaksimal mungkin agar meraih nilai tertinggi yakni A, namun ada saja hambatan yang terjadi, Kira kira hambatan apa saja dalam penilaian di dunia DKV ? Apa solusinya ? Yuk cari tau!


1. Menurut kita bagus belum tentu kata Dosen bagus, begitu sebaliknya

Menurut kita bagus belum tentu kata Dosen bagus, begitu sebaliknya

Semua tentang rasa, style dan kesukaan masing masing. Menurut kita bagus belum tentu menurut dosen bagus, malah menurut dosen bagus belum tentu menurut kita bagus. Rasa setiap orang beda beda. Estetika dan keindahan itu relatif. Solusi dari hal ini adalah, kamu harus pelajari karakter dosen pengajar, anggap saja dia client kamu di dunia kerja nanti. Cara cari tahu keinginan dosen coba kamu lihat yang dapat nilai bagus - bagus itu gimana. Kalau kamu punya kenalan kakak kelas yang pernah diajari oleh dosen tersebut coba cari tau keinginan dosen tersebut bagaimana. Contoh kasus mungkin saja kamu yang suka warna kalem di desain (warna warna pastel) namun, saat dinilai oleh dosen, beliau menganggap warna yang kamu pakai itu malah terlihat kusam dan kurang menarik. itu berarti dosen ini lebih menyukai warna yang lebih berani (ngejreng).


2. Dalam DKV 1+1 bukan = 2, tapi bisa 0,11,4 atau bahkan 99

Dalam DKV 1+1 bukan = 2, tapi bisa 0,11,4 atau bahkan 99

DKV bukan ilmu pasti layaknya matematika yang ada benar atau salah. Dalam DKV hanya ada baik dan lebih baik. Kamu tidak bisa menghitung dalam membuat sebuah karya dalam DKV. Sering kali justru kita dibuat kebingungan dengan hasil nilai yang kita dapatkan dari dosen. Mungkin kamu percaya diri bahwa karya kamu lebih bagus dari punya teman-mu, dan itu fakta! namun nilai menyebutkan hal berbeda. Mengapa bisa terjadi ? Ini karena sudut pandang penilaian kamu dan dosen itu berbeda! jadi cari tau cara bagaimana dosen-mu menilai mungkin bisa dari faktor yang berbeda dari yang kamu pikirkan. Mungkin dari kerapihan, kesesiaian atau faktor lainya.


3. Dosen pelit nilai !

Dosen pelit nilai !

Inilah hal yang paling menyebalkan dalam seumur hidup mu di DKV hihi. Katanya magister desain yang seharusnya bisa mengapresiasi, tapi nyatanya karya mahasiswanya banyak yang diberi nilai pas - pasan dan gak diapresiasi. Ya mungkin saja dosen punya range nilai yang berbeda beda. Bagi sebagian mahasiswa sih kadang kalau dapat nilai-nya jelek mulu walau sudah berusaha malah bikin down dan putus asa. Nah inilah merupakan ujian tersendiri bagi kita untuk terus push the limits kemampuan kita. Mungkin itu kali ya tujuan si dosen ini memberikan nilai yang selalu gak pernah lebih ? ya boleh aja si pak, tapi jangan sampe buat IPK kita nurun loh huhu.


Bonus Tips 

Pahami : Nilai yang kurang belum tentu buruk, nilai yang lebih buruk sudah pasti buruk Inilah prinsip yang paling mudah dan harus dipahami oleh kita semua. Sebetulnya sebuah karya DKV tidak bisa ternilai dengan angka. Namun bagaimanapun dosen harus memberikan angka kepada mahasiswanya. Walaupun kamu dapat nilai pas pasan itu belum tentu karya kamu buruk kok, ini mungkin karena faktor no 1 dan 2 yang tadi dijelaskan. Namun apabila nilai kamu lebih buruk sudah jelas itu memang karya kamu tidak sesuai, atau mungkin kamu tidak mengikuti sistematika (proses acc-an) dan aturan yang telah dibuat dosen.


___

Itulah hal hal yang menyebalkan dalam sistem penilaian di dunia DKV, semoga tips diatas bisa membantu kamu dalam hal yang kamu kejar yaa, semoga apa yang kita harapkan bisa sama sama tercapai, amiin. Oh ya ingat kalau nilai bagus jangan sombong loh, hihi. karena nyatanya dalam dunia kerja kamu gak bakal ditanya nilai dan IPK. Tapi nilai juga penting kok, ini merupakan indikator kemampuan dan keseriusan kamu dalam mencapai pembelajaran.
logoblog